Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan peringatan keras kepada para pemainnya bahwa mereka "bukanlah tim yang spesial" hanya karena berhasil memenangkan trofi FA Cup. Berdasarkan pantauan redaksi, sang bos ingin memastikan anak asuhnya tetap membumi demi mengejar target trofi lainnya musim ini, mengingat The Blues saat ini masih tertinggal lima poin di belakang pemuncak klasemen Premier League, Arsenal, meski mengantongi satu tabungan pertandingan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kapten Manchester City, Bernardo Silva, sempat menyatakan setelah kemenangan final FA Cup atas Chelsea bahwa timnya telah mengembangkan hasrat besar untuk terus meraih trofi. Menurut Bernardo Silva, mentalitas juara tersebut akan menjadi modal yang sangat berharga bagi masa depan klub dalam beberapa tahun ke depan.
Pep Guardiola sepakat mengenai potensi cerah yang dimiliki oleh skuadnya saat ini, namun dirinya langsung menetapkan standar tinggi yang harus dipatuhi para pemain setiap hari. "Perasaan setelah menang memang bagus, tetapi jangan pernah lupa bahwa Anda bisa merasa berada di atas lalu beberapa jam kemudian terpuruk di dasar," ujar manajer asal Spanyol tersebut.
Menurut Pep Guardiola, meraih trofi memberikan pengalaman berharga bagi para pemain seperti Marc Guehi dan yang lainnya, namun keberhasilan tersebut sama sekali tidak boleh dianggap remeh atau membuat tim cepat puas. Dari pengamatan tim redaksi, konsistensi menjadi fokus utama yang ingin ditanamkan oleh sang peracik taktik kepada anak asuhnya.
Pep Guardiola juga menambahkan, "Jika Anda mulai percaya bahwa Anda spesial karena baru saja memenangkan FA Cup, maka kami sebenarnya tidak spesial. Saat Anda berpikir demikian, Anda tidak akan sering berada di posisi puncak ini lagi. Semua orang tahu betapa sulitnya untuk bisa mencapai final dan kemudian memenangkannya."
Kemenangan di Wembley Stadium tersebut menjadi trofi FA Cup ketiga dalam sepuluh tahun terakhir bagi Pep Guardiola, sekaligus menandai trofi ke-20 miliknya selama berkarier di sepak bola Inggris. Kendati demikian, sang manajer rupanya memiliki tolok ukur kesuksesan yang berbeda untuk menilai pencapaian klubnya.
Berdasarkan catatan statistik, pertandingan hari Sabtu tersebut menjadi momen ke-24 kalinya Pep Guardiola memimpin tim di stadion nasional Inggris selama satu dekade menangani Manchester City. Baginya, konsistensi untuk terus tampil di Wembley merupakan pencapaian terbesar melebihi gelar juara itu sendiri.
Pep Guardiola menegaskan bahwa bermain di Wembley sebanyak 24 kali menunjukkan kegigihan yang luar biasa dari seluruh elemen klub. "Gelar terbesar adalah datang ke sini 24 kali. Kami bisa memenangkan Premier League dan Champions League, tetapi bermain 24 kali di sini adalah karena kami keras kepala dan pantang menyerah," tuturnya.
Menurut mantan pelatih Barcelona tersebut, turnamen domestik seperti FA Cup dan Carabao Cup selalu penuh risiko di mana tim bisa saja terpeleset saat menghadapi klub dari kasta bawah. Oleh karena itu, konsistensi meraih hasil positif adalah pujian tertinggi yang layak disematkan kepada organisasi Manchester City.