Pemain bintang Manchester United, Amad Diallo, dilaporkan sangat terpukul menyusul tersingkirnya tim nasional Ivory Coast dari ajang Piala Dunia. Berdasarkan pantauan redaksi, sang penyerang sayap tampak terduduk lemas di lapangan setelah peluit panjang berbunyi dengan kepala tertelungkup di tangan dan jersey yang menutupi matanya, sebelum akhirnya ia mengunggah simbol hati yang patah di akun Instagram pribadinya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Dalam pertandingan krusial tersebut, Amad sebenarnya sempat mencetak gol penyeimbang yang mengesankan untuk membalas gol pembuka dari pemain Norwegia, Antonio Nusa. Namun, penyerang tajam Manchester City, Erling Haaland, berhasil mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir pertandingan yang sekaligus menyudahi perjalanan tim berjuluk Elephants di turnamen akbar ini.
Dari pengamatan tim redaksi, Amad baru masuk ke lapangan pada menit ke-60 meskipun pada pertandingan sebelumnya sempat menjadi pahlawan tim. Walau bermain sebagai pemain pengganti, ia mampu memberikan dampak instan yang merepotkan lini pertahanan Norwegia.
Pihak klub Manchester United langsung menyampaikan rasa simpati dan pesan penyemangat kepada pemain berusia 23 tahun tersebut melalui media sosial resmi mereka. "Tegakkan kepalamu, Amad — kamu telah membuat negaramu bangga. Istirahatlah yang cukup dan kami akan segera menemuimu," tulis pernyataan resmi Setan Merah.
Berbicara setelah pertandingan usai, Amad mengungkapkan rasa frustrasinya atas proses terjadinya gol penentu kemenangan lawan. Menurut bintang Manchester United tersebut, lini pertahanan Ivory Coast memberikan ruang yang terlalu longgar bagi Erling Haaland untuk menyarangkan bola ke dalam gawang.
"Gol kedua tersebut terlalu mudah dari sudut pandang kami. Kami memberikan Erling Haaland terlalu banyak ruang, dan ketika Anda membiarkan penyerang dengan kaliber seperti itu tanpa kawalan, Anda harus membayar mahal pada akhirnya," ujar Amad.
Amad juga menambahkan bahwa Norwegia merupakan tim yang sangat tangguh dengan kualitas pemain yang merata. Ia mengakui sangat sulit menghadapi situasi ketika pemain berbahaya seperti Haaland dibiarkan bebas tanpa penjagaan dalam momen krusial.
"Itu adalah penyesalan terbesar kami. Jika Anda memberinya sedikit ruang saja, dia akan menghukum Anda, dan itulah yang terjadi hari ini. Erling tidak perlu diperkenalkan lagi, semua orang tahu kualitasnya sebagai pemain kelas dunia," tambah Amad Diallo.
Meskipun kecewa, Amad tetap berjiwa besar dan mendoakan yang terbaik untuk Norwegia di babak 16 besar. Namun, dukungan penuhnya kini dialihkan kepada tim nasional Brazil yang akan menjadi lawan Norwegia selanjutnya, di mana ia berharap rekan setimnya di Manchester United, Matheus Cunha, mampu membawa Selecao meraih kemenangan.