Badan Tertinggi Sepak Bola Eropa, UEFA, telah mengonfirmasi penjatuhan sanksi kepada Arsenal akibat perilaku suporter mereka selama pertandingan final UEFA Champions League. Berdasarkan laporan resmi, tindakan indisipliner ini menambah daftar panjang pelanggaran yang terjadi dalam partai puncak kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, sang juara Eropa yang meraih trofi lewat drama adu penalti yang menegangkan itu dijatuhi hukuman denda sebesar 1.500 euro atau sekitar 1.294 poundsterling. Sanksi ini diberikan karena terbukti melanggar pasal 16(2)(b) DR terkait pelemparan objek atau benda-benda ke dalam lapangan oleh para pendukung Gunners.
Hukuman yang diterima tim London Utara ini relatif lebih ringan dibandingkan dengan lawan mereka di final, Paris Saint-Germain. Klub asal Prancis tersebut dijatuhi denda total 90.875 euro atas pelanggaran pelemparan objek dan menyalakan kembang api, serta menerima hukuman percobaan larangan menjual tiket pertandingan tandang kepada suporternya selama dua tahun.
Menurut catatan tim redaksi, sanksi ini bukan yang pertama bagi Arsenal pada musim ini. Sebelumnya, pada laga semifinal melawan Atletico Madrid, Arsenal juga sempat dijatuhi denda sebesar 15.000 euro karena kerusuhan penonton serta denda tambahan 2.250 euro akibat penyalaan kembang api di dalam stadion.
Kendati mendapatkan sanksi finansial, Arsenal dipastikan terhindar dari hukuman larangan penonton seperti yang dialami Paris Saint-Germain. Di sisi lain, dari hasil pengamatan kompetisi musim depan, Arsenal dipastikan akan menempati Pot 1 dalam undian berkat lonjakan signifikan pada nilai koefisien UEFA mereka.
Pencapaian masuk ke dalam Pot 1 ini merupakan yang pertama kalinya bagi Arsenal sejak tahun 2014. Namun, dengan adanya perubahan format kompetisi baru yang diterapkan oleh UEFA, tantangan Arsenal di fase grup diprediksi akan menjadi jauh lebih sulit dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.