Kobbie Mainoo berada di situasi yang sangat familiar. Dua tahun lalu, ia hanya bermain selama empat menit dalam dua laga pertama babak penyisihan grup Euro 2024. Namun, gelandang muda Manchester United ini justru bangkit menjadi salah satu pemain kunci yang membawa Three Lions melangkah hingga ke babak final di Berlin.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Kini pada turnamen besar berikutnya, sejarah tampaknya akan terulang kembali. Berdasarkan pantauan redaksi, Mainoo belum mendapatkan satu pun menit bermain dalam dua pertandingan pertama Piala Dunia kali ini, lantaran manajer Thomas Tuchel lebih memilih opsi lain untuk mengisi lini tengah Inggris.
Seperti yang terjadi di Jerman pada tahun 2024, hasil imbang yang mengecewakan diperkirakan akan membuka peluang baru bagi sang pemain. Menurut pengamatan tim redaksi, kreativitas lini tengah Inggris yang mandek saat ditahan imbang tanpa gol oleh Ghana pada hari Selasa lalu, dapat memaksa Tuchel untuk merombak strategi timnya.
Karier internasional pemain berusia 21 tahun itu sempat mandek dengan koleksi 14 caps, setelah performanya di Old Trafford menurun di bawah asuhan Ruben Amorim. Namun, sejak penunjukan Michael Carrick sebagai manajer baru Manchester United, performa Mainoo melonjak tajam ke level yang lebih tinggi hingga mustahil bagi Tuchel untuk terus mengabaikannya.
Meskipun persaingan di lini tengah kini semakin ketat dengan kehadiran Elliot Anderson dan Declan Rice, Mainoo memiliki kemampuan unik. Dari pantauan redaksi, keahlian Mainoo dalam melakukan dribel dan kelincahan kakinya di ruang sempit dinilai mampu memecah konsentrasi pertahanan lawan yang disiplin.
Dengan kondisi Declan Rice yang dikabarkan tengah berjuang memulihkan kebugarannya, perubahan komposisi pemain kemungkinan besar akan terjadi pada laga berikutnya melawan Panama. Ini menjadi kesempatan emas bagi bintang muda Manchester United tersebut untuk membuktikan bahwa atribut uniknya bisa memberikan dimensi baru bagi permainan Timnas Inggris.